Gigi bungsu biasanya tumbuh paling terakhir, umumnya saat seseorang mulai beranjak dewasa. Karena tumbuh belakangan, ruang di bagian belakang rahang kadang sudah tidak cukup. Akibatnya gigi bungsu bisa tumbuh miring, hanya muncul sebagian, atau malah tertahan di dalam gusi.
Kondisi seperti ini tidak selalu menimbulkan masalah. Ada orang yang gigi bungsunya tumbuh normal dan tidak perlu dicabut. Namun ada juga yang mengalami nyeri, gusi bengkak, sampai sulit membuka mulut. Lalu apa saja ciri ciri gigi bungsu yang harus dicabut? Yuk kenali tandanya supaya tidak terlambat ditangani.
Apa Itu Gigi Bungsu?
Gigi bungsu adalah gigi geraham paling belakang yang biasanya tumbuh ketika seseorang sudah memasuki usia remaja akhir hingga dewasa muda. Dalam istilah medis gigi ini dikenal sebagai molar ketiga.
Karena muncul paling akhir, gigi bungsu sering tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh dengan posisi yang baik. Ada yang tumbuh lurus seperti gigi lainnya tetapi ada juga yang tumbuh miring atau hanya keluar sebagian dari gusi.
Kalau posisinya baik dan tidak menimbulkan gangguan, gigi bungsu sebenarnya tidak selalu harus dicabut. Keputusan pencabutan sebaiknya dilakukan setelah dokter gigi memeriksa kondisi gigi dan jaringan di sekitarnya.
6 Ciri Ciri Gigi Bungsu Harus Dicabut
Jika Anda memiliki gigi bungsu dengan ciri-ciri dibawah ini, alangkah baiknya untuk melakukan pemeriksaan di klinik gigi terdekat.
1. Sering Mengalami Sakit di Bagian Belakang Mulut
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah rasa sakit di bagian paling belakang rahang. Nyeri bisa muncul ketika gigi bungsu mulai tumbuh dan mendorong jaringan di sekitarnya.
Rasa sakit juga dapat datang dan pergi. Awalnya mungkin hanya terasa sedikit mengganggu saat mengunyah, tetapi lama-kelamaan bisa menjadi lebih sering. Kalau keluhan terus berulang sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri.
2. Gusi di Sekitar Gigi Bungsu Sering Bengkak
Gusi yang berada di sekitar gigi bungsu dapat mengalami pembengkakan, terutama jika gigi hanya tumbuh sebagian. Bagian gusi yang masih menutupi gigi bisa menjadi tempat sisa makanan dan bakteri berkumpul.
Akibatnya area tersebut lebih sulit dibersihkan. Gusi bisa terasa sakit ketika disentuh, kemerahan, atau mudah berdarah. Peradangan di sekitar gigi bungsu seperti ini dikenal sebagai perikoronitis.
Jika kondisi tersebut sering kambuh, dokter gigi mungkin akan menyarankan pencabutan setelah melihat posisi dan kondisi gigi.
3. Gigi Bungsu Tumbuh Miring
Tidak semua gigi bungsu tumbuh lurus. Ada yang tumbuh miring ke arah gigi di depannya atau bahkan hampir mendatar. Posisi seperti ini dapat membuat gigi lebih sulit dibersihkan.
Gigi bungsu yang tumbuh miring juga bisa memberikan tekanan pada gigi di sebelahnya. Dalam kondisi tertentu hal ini dapat meningkatkan risiko kerusakan pada gigi yang berada di depan gigi bungsu.
Karena posisi gigi tidak selalu bisa dilihat dengan jelas dari luar, dokter biasanya membutuhkan pemeriksaan rontgen untuk mengetahui arah pertumbuhannya.
4. Sering Terjadi Infeksi di Area Gigi Bungsu
Gigi bungsu yang hanya tumbuh sebagian bisa membuat makanan mudah terselip di antara gigi dan gusi. Kalau area tersebut sulit dibersihkan, bakteri dapat berkembang dan menyebabkan infeksi.
Beberapa tandanya antara lain gusi terasa nyeri, bengkak, muncul rasa tidak enak di mulut, atau keluar cairan dari area gigi. Jika infeksi sering terjadi, kondisi tersebut perlu diperiksa dan tidak sebaiknya dibiarkan begitu saja.
5. Sulit Membuka Mulut
Rasa sakit dan peradangan yang cukup berat di sekitar gigi bungsu terkadang membuat seseorang kesulitan membuka mulut dengan lebar. Bahkan aktivitas sederhana seperti makan dan berbicara bisa terasa tidak nyaman.
Kalau kesulitan membuka mulut muncul bersamaan dengan gusi bengkak atau demam, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi. Gejala seperti ini bisa menandakan adanya infeksi yang membutuhkan penanganan.
6. Muncul Masalah pada Gigi di Sebelahnya
Gigi bungsu yang tumbuh tidak pada tempatnya dapat menyulitkan proses pembersihan gigi geraham di depannya. Sisa makanan yang terus menumpuk bisa meningkatkan risiko plak, gigi berlubang, atau masalah pada gusi.
Dalam situasi seperti ini, dokter akan mempertimbangkan apakah gigi bungsu justru lebih banyak memberikan masalah daripada manfaat. Jika memang berisiko menyebabkan kerusakan pada gigi lain, pencabutan bisa menjadi salah satu pilihan perawatan.
Baca Juga: Berapa Lama Gigi Bungsu Tumbuh Sempurna
Apakah Semua Gigi Bungsu Harus Dicabut?
Jawabannya tidak. Gigi bungsu yang tumbuh dengan posisi baik dapat dibersihkan dengan mudah dan tidak menyebabkan keluhan belum tentu perlu dicabut.
Jadi jangan langsung menyimpulkan bahwa semua gigi bungsu harus dikeluarkan. Dokter gigi akan melihat beberapa hal termasuk posisi gigi, kondisi gusi, kebersihan area tersebut, serta ada atau tidaknya kerusakan pada gigi di sekitarnya.
Pemeriksaan rontgen juga bisa membantu dokter melihat bagian gigi yang masih berada di dalam tulang rahang. Dari hasil pemeriksaan tersebut dokter dapat menentukan pilihan perawatan yang paling sesuai.
Kapan Sebaiknya Gigi Bungsu Dicabut?
Pencabutan biasanya dipertimbangkan ketika gigi bungsu menimbulkan masalah yang berulang atau berisiko menyebabkan gangguan pada area sekitarnya. Misalnya gigi tumbuh miring, sering menyebabkan infeksi, sulit dibersihkan, atau mulai merusak gigi di sebelahnya.
Kalau saat ini kamu mengalami sakit gigi bungsu yang tidak kunjung membaik, jangan menunggu sampai rasa sakitnya semakin parah. Lebih baik periksa lebih awal supaya kondisi gigi bisa diketahui dengan jelas.
Jangan Mencabut Gigi Bungsu Sendiri
Ketika gigi bungsu terasa sakit, mungkin muncul keinginan untuk mencari cara cepat mengatasinya. Namun jangan mencoba mencabut atau mengutak-atik gigi sendiri. Posisi gigi bungsu bisa cukup kompleks dan berdekatan dengan jaringan penting di rahang.
Perawatan sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi setelah pemeriksaan. Dengan begitu tindakan yang dipilih bisa disesuaikan dengan kondisi gigi dan kesehatan mulut secara keseluruhan.
Baca Juga: Kenapa Gigi Bungsu Harus Dicabut
Kesimpulan
Mengenali ciri ciri gigi bungsu yang harus dicabut dapat membantu kamu mengetahui kapan waktunya melakukan pemeriksaan. Gigi bungsu yang sering sakit, tumbuh miring, menyebabkan gusi bengkak, berulang kali mengalami infeksi, atau mengganggu gigi di sebelahnya sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan.
Meski begitu tidak semua gigi bungsu harus dicabut. Ada yang bisa dibiarkan selama tumbuh dengan baik dan tidak menimbulkan masalah. Jadi daripada menebak-nebak kondisi sendiri, lebih baik konsultasikan langsung dengan dokter gigi agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.